Home » » Memaknai Jumat Agung: Jangan Terjerat Dosa Lagi

Memaknai Jumat Agung: Jangan Terjerat Dosa Lagi

Written By GKPS JAMBI on Senin, 17 April 2017 | 17.19

Drama penyaliban Yesus Kristus yang dibawakan Pemuda GKPS Persiapan Tanah Kanaan Kota Jambi di gereja tersebut, Jumat (14/04/2017). (Foto : BeritaSimalungun.Com)

Salah satu adegan pada drama penyaliban Yesus Kristus yang dibawakan Pemuda GKPS Persiapan Tanah Kanaan Kota Jambi di gereja tersebut, Jumat (14/04/2017). (Foto : BeritaSimalungun.Com) 

Jambi-Umat Kristen diharapkan memaknai Jumat Agung atau wafatnya Tuhan Yesus Kristus tidak sekadar acara seremonial. Umat Kristen hendaknya memberi makna pada Jumat Agung dengan mematrikan tekad menjauhi berbagai sikap dan perilaku hidup yang jahat. Dengan demikian pengorbanan Yesus di kayu salib untuk memulihkan hubungan Allah dengan manusia tidak sia-sia.

“Kematian Yesus Kristus di kayu salib merupakan suatu pengorbanan untuk mendekatkan kembali hubungan manusia dengan Allah, Sang Pencipta. Karena itu umat Kristen yang sudah memiliki hubungan dekat dengan Allah hendaknya menjaga kehidupannya agar tidak terjerat lagi oleh dosa atau kejahatan,”kata Pendeta (Pdt) Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Resort Jambi, Pdt Riando Tondang, STh pada khotbah Jumat Agung di GKPS Jambi, Jumat (14/4/2017).

Ibadah Jumat Agung di GKPS Jambi dihadiri sekitar 400 orang. Ibadah Jumat Agung di gereja tersebut diisi juga dengan perjamuan kudus. Melalui perjamuan kudus, warga jemaat tersebut disadarkan atas dosa-dosa dan diajak memaafkan kesalahan sesama, serta menjalani hidup ke depan lebih kudus sesuai Firman Allah.

Pada kesempatan itu, Pdt Riando Tondang, STh mengatakan, Tuhan Yesus sudah mengorbankan jiwa-Nya di kayu salib untuk menebus dosa manusia, memperbaiki hubungan manusia dengan Allah. Karena itu umat Kristen harus senantiasa memuliakan Allah dan Yesus Kristus.

Untuk memuliakan Allah dan Yesus Kristus, lanjut Riando, umat Kristen hendaknya selalu taat pada kehendak Allah dan berjuang melawan kehendak dosa dunia. Kehendak dosa dunia yang perlu dihindari umat Kristen antara lain penyalahgunaan narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba), kesombongan, ketidak-pedulian sosial, kebohongan, kesewenang-wenangan dan sebagainya.

Menurut Pdt Riando Tondang, kematian Yesus Kristus di kayu salib juga mendatangkan pengharapan baru tentang keselamatan umat Kristen.  Baik itu keselamatan dalam mengarungi kehidupan di dunia ini maupun keselamatan hidup kekal.

“Keselamatan yang kita peroleh bukan atas hasil perjuangan kita, tetapi keselamatan berkat anugerah dan kasih karunia Allah. Karena itu kita jangan merusak hidup dengan melakukan perbuatan-perbuatan dosa atau kejahatan. Karena keselamatan itu kita peroleh atas anguerah Allah, maka kita juga harus menjalani hidup dalam kebenaran, sesuai Firman Allah,”katanya.

Sementara itu Pemuda GKPS Persiapan Tanah Kanaan Kota Jambi mementaskan drama penyaliban Yesus Kristus di GKPS Persiapan Tanah Kanaan, Kota Jambi, Jumat (14/04/2017). Drama penyaliban Yesus tersebut membuat nuansa Jumat Agung di gereja tersebut terasa kelam.

Melalui drama tersebut, kisah sengsara Yesus di kayu salib untuk menebos dosa manusia menjadi perenungan mendalam bagi warga jemaat. Menyaksikan drama penyaliban Yesus tersebut, warga jemaat diajak melakukan refleksi mengenai pengorbanan Yesus dan mematrikan tekad untuk meneladani pengorbanan Yesus tersebut dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di tengah pelayanan gereja.

Gereja Padat

Sementara itu pantauan Warta Nasrani di berbagai gereja di Kota Jambi, Jumat (14/04/2017), umat Kristen yang mengikuti ibadah Jumat Agung penuh. Sebagian umat Kristen di kota itu terpaksa mengikuti ibadah Jumat Agung di teras hingga halaman gereja karena tak tertampung di dalam gereja.

Ibadah perayaan Jumat Agung di berbagai gereja di Kota Jambi berlangsung aman dan tertib. Tidak ada gangguan keamanan selama ibadah Jumat Agung berlangsung. Ibadah Jumat Agung di Gereja Methodist Indonesia (GMI) Moria, Kotabaru,  Kota Jambi, Jumat (14/04/2017) pagi tampak aman dan lancar kendati ratusan warga jemaat mengikuti ibadah di bawah tenda di halaman gereja.

Kemudian ribuan warga jemaat Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Kotabaru, Kota Jambi juga megikuti ibadah Jumat Agung dengan tertib kendati sebagian warga jemaat mengikuti ibadah di teras dan halaman gereja.  

Namun ibadah perayaan Jumat Agung di gereja besar di Kota Jambi seperti HKBP Kotabaru, Gereja Katolik Santa Theresia Pasar dan Gereja Katolik Santo Gregorius, Paal X mendapat pengamanan ketat dari aparat keamanan. Satuan Brimob Polda Jambi bersenjata lengkap diterjunkan mengamankan ibadah Jumat Agung di tiga gereja tersebut. (Rds/Sumber: http://wartanasrani.blogspot.co.id)


Share this article :

Posting Komentar