Namaposo GKPS Jambi Paskah di Panti Asuhan, Ketika Kasih Tidak Lagi Sekadar Khotbah



JAMBI - Perayaan Paskah yang dilakukan Namaposo Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Jambi di Panti Asuhan Epiginosko GBI Mayang, Minggu (12/4/2026), bukan sekadar agenda ibadah tahunan. Di balik kesederhanaan acara, tersimpan makna teologis dan kemanusiaan yang jauh lebih dalam: menghadirkan kasih di tempat yang paling membutuhkannya.

Paskah sendiri dalam iman Kristiani merupakan peringatan kebangkitan Yesus Kristus, simbol kemenangan atas maut dan dosa, sekaligus sumber harapan baru bagi umat manusia. 

Namun bagi anak-anak panti asuhan, makna itu tidak berhenti pada doktrin atau liturgi. Ia harus hadir dalam bentuk nyata: perhatian, kehadiran, dan kasih yang bisa dirasakan.

Di sinilah perayaan tersebut menemukan relevansinya. Kasih yang menjadi nyata. Ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Rudyard N. Saragih dan dihadiri Pembimbing Namaposo GKPS Jambi Sy RA Saragihjuga dihadiri Pendeta dari GBI Mayang Kota Jambi ini berlangsung dalam suasana hangat dan sederhana. 

Tidak ada kemewahan, tidak ada dekorasi berlebihan. Tapi justru di situlah kekuatannya. Anak-anak panti tidak hanya menjadi “penonton ibadah”, melainkan bagian dari persekutuan. Mereka tertawa, berdoa, bermain, dan merasakan kehadiran komunitas yang menerima mereka apa adanya.

Dalam konteks ini, Paskah tidak lagi sekadar peringatan kebangkitan Kristus dua ribu tahun lalu, tetapi menjadi pengalaman hidup, bahwa mereka tidak sendiri, bahwa ada kasih yang hadir di tengah keterbatasan mereka.

Kegiatan seperti ini sejalan dengan esensi Paskah yang menegaskan bahwa kasih Allah tidak meninggalkan yang lemah dan tersisih, melainkan justru hadir bagi mereka yang sering dilupakan .

Dari Teologi ke Aksi Sosial

Setelah ibadah, suasana berubah menjadi lebih cair. Permainan dan interaksi sederhana menghadirkan tawa yang mungkin jarang dirasakan dalam keseharian anak-anak panti. Bersama Namaposo GKPS Jambi, permainan semakin riang.

Di titik ini, batas antara “pelayanan” dan “persaudaraan” mulai hilang. Yang tersisa hanyalah relasi manusia yang tulus.

Kegiatan Paskah di panti asuhan pada dasarnya merupakan bentuk konkret dari iman yang bekerja melalui kasih. Tidak berhenti pada kata-kata, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata seperti berbagi, menemani, dan menguatkan.

Bagi banyak orang, Paskah mungkin berarti kemenangan, pengampunan, atau kehidupan baru. Tapi bagi anak-anak panti, maknanya bisa jauh lebih sederhana sekaligus lebih dalam, diterima tanpa syarat, diperhatikan tanpa pamrih, dicintai tanpa syarat keluarga biologis.

Dan ironisnya, justru di tempat seperti ini, makna Paskah sering kali lebih “hidup” dibanding perayaan besar yang penuh formalitas.

Pdt. Rudyard N. Saragih.

Momentum Refleksi Gereja

Perayaan ini sekaligus menjadi pengingat bagi gereja dan komunitas iman, apakah Paskah hanya dirayakan di gedung ibadah, atau benar-benar dihidupi di tengah masyarakat?

Namaposo GKPS Jambi, melalui kegiatan ini, menunjukkan bahwa iman tidak cukup hanya diucapkan. Ia harus dirasakan orang lain, terutama mereka yang paling rentan.

Menariknya, di hari yang sama, Namaposo GKPS Jambi juga memberikan kejutan ulang tahun kepada pembimbing mereka, Sy R.A. Saragih. Momen ini memperkuat pesan bahwa kasih tidak hanya dibagikan keluar, tetapi juga dirayakan di dalam komunitas.

Pada akhirnya, perayaan Paskah ini meninggalkan satu pesan sederhana namun kuat, bahwa kebangkitan Kristus bukan hanya peristiwa iman, tetapi panggilan untuk menghadirkan kasih di dunia nyata. Dan kadang, tempat terbaik untuk memulainya, bukan di mimbar, tapi di panti asuhan.

Namaposo Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Jambi melakukan Perayaan Paskah bersama adik-adik dan teman-teman Panti Asuhan Epiginosko GBI Mayang, Kota Jambi, Minggu (12/4/2026). Ibadah ini dihadiri oleh Pdt Rudyard N Saragih dan Pembimbing Namaposo GKPS Jambi Sy RA Saragih. Ibadah Paskah ini juga dihadiri Pendeta dari GBI Mayang Kota Jambi.   

Momen sederhana yang mengingatkan bahwa kasih Tuhan nyata di tengah kebersamaan. Terima kasih untuk kebersamaan yang hangat bersama adik-adik di Panti Asuhan Epiginosko GBI Mayang. Usai ibadah dilanjutkan dengan permainan yang membuat anak-anak Panti Asuhan riang gembira. Selamat Paskah dari Namaposo GKPS Jambi.

Pada hari yang sama, Namaposo GKPS Jambi juga memberikan surpris perayaan ulang tahun kepada Pembimbing Mamaposo GKPS Jambi Sy RA Saragih. (AsenkLeeSaragih) 

(Foto-Foto: Tim Media NGKPS Jambi/Ralph Oliver Narado Saragih] 



















































BERITA LAINNYA

Posting Komentar

0 Komentar