Membangun Gereja yang Sehat: Keterbukaan Antara Pemimpin dan Jemaat

Foto Ilustrasi Desain Imajinasi GKPS Jambi. (AsenkLeeSaragih)

JAMBI- Gereja pada hakikatnya bukan hanya sebuah tempat ibadah, tetapi juga sebuah persekutuan yang dibangun atas dasar kasih, kepercayaan, dan keterbukaan. Dalam kehidupan bergereja, pemimpin dan jemaat memiliki peran yang sama pentingnya dalam menjaga keharmonisan serta pertumbuhan iman bersama.

Seorang pemimpin gereja dipanggil untuk melayani, membimbing, dan menjadi teladan bagi jemaat. Dalam menjalankan tugas tersebut, pemimpin gereja juga perlu memiliki kerendahan hati untuk menerima kritik, masukan, dan saran dari jemaat. 

Kritik yang disampaikan dengan niat baik seharusnya dipandang sebagai bentuk kepedulian jemaat terhadap kehidupan dan pelayanan gereja.

Sebaliknya, jemaat juga memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan pendapat dengan sikap yang bijaksana, penuh kasih, dan tetap menjaga kesatuan tubuh Kristus. 



Perbedaan pandangan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan kesempatan untuk saling memahami dan mencari jalan terbaik bagi kemajuan pelayanan gereja.

Salah satu hal yang sering menjadi perhatian dalam kehidupan gereja adalah keterbukaan dalam pengelolaan keuangan. Transparansi merupakan bagian penting dalam membangun kepercayaan antara pemimpin dan jemaat. 

Ketika pengelolaan keuangan dilakukan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan, jemaat akan merasa lebih percaya dan terdorong untuk mendukung pelayanan gereja melalui persembahan dan partisipasi aktif.

Di era komunikasi digital saat ini, berbagai sarana seperti grup WhatsApp jemaat dapat menjadi wadah yang baik untuk bertukar informasi, berdiskusi, serta mencari solusi bersama atas berbagai persoalan gereja. 

Namun, ruang komunikasi tersebut perlu dijaga agar tetap dipenuhi dengan sikap saling menghargai, kepala dingin, dan semangat membangun.

Menutup ruang komunikasi atau membungkam suara jemaat bukanlah solusi yang bijaksana. Sebaliknya, dialog yang terbuka dan penuh kasih justru akan memperkuat rasa kebersamaan dalam persekutuan. Gereja yang sehat adalah gereja yang mampu mendengar, belajar, dan bertumbuh bersama.

Pada akhirnya, baik pemimpin maupun jemaat dipanggil untuk berjalan bersama dalam kasih Kristus. Ketika keterbukaan, kejujuran, dan kerendahan hati menjadi dasar dalam kehidupan bergereja, maka persekutuan akan semakin kuat, pelayanan semakin diberkati, dan jemaat semakin rindu untuk datang serta terlibat dalam kehidupan gereja.

Pemimpin dalam suatu gereja harus siap dikritik dan mendengar masukan dari jemaat, agar pelayanan bisa baik dan jemaat semakin rindu akan perekutuan. Jangan hanya karena ketidak transparansi pengelolaan keuangan gereja, jemaat jadi apatis pada persekutuan dan enggan untuk memberi ke gereja.

Sebuah group WhatsApp Jemaat, seharusnya sebagai sarana untuk berdiskusi dengan kepala dingin untuk mencari solusi. Jangan karena tanggapan jemaat yang kritis, sehingga dianggap permusuhan dan membungkam jemaat dengan cara menutup akses jemaat ke group WA. 
Warta Jemaat Minggu (8/3/2026).


Berikut Dibawah Ini Perbincangan di GWA Kuria GKPS Jambi

Inang Helena Br Damanik: Selamat malam....baru buka grup kuria eh baca warta, terima kasih sudah memasukkan laporan keuangan di warta. 

Tapi izin bertanya dengan nada lembut.....seingat kami keputusan pas sidang jemaat kemarin masih mau akan diverifikasi ulang dengan tim pengawas...dan belum ada disepakati saldo maaf kalau salah....ini kenapa tetiba udah ada saldo tahun 2025? 

Kami pikir laporan tahun 2025 yang akan dishare di grup kuria, untuk menjawab pertanyaan pertanyaan jemaat. berarti jemaat terima terima lah ya kalau saldo tahun 2025 emang yang tertera di warta ya...terima kasih lah info nya.....maaf pertanyaan bukan utk tujuan apa apa ya murni hanya ingin tahu saja ...🙏

St RE Purba: Wau. Sampai sekarang Jemaat di cuekin ya. Nggak ada respon atau tanggapan. Dibaca tapi nggak di respon. Nanti kalau mereka butuh dengan jemaat. Kita cuekin aja. Kita baca tapi nggak usah dirèspon.

Melva Br Manurung: Ai lah kannnn.... sabar ya pak. Pertanyaan bapak pula nya payah nian... jadi susah mau jawabnya.

St RE Purba: Bukan kami yang nanya gais. Jemaat yang nanya.

Helena Br Damanik: Udah lah we. Nanti kalian kalian aja yang ngobrol...dikacangin kalau disini...entah lah masih berguna gag grup ini..cuma share share info aja kek nya ini..padahal bagus ya ad wadah jemaat bertanya.

Melva Br Manurung: Oh iya y.... berarti di tunggu lagi lah pak....mungkin masih sibuk 😁😁 smngatttt..

Robensius Saragih: Apala mau kubilang ya ?

Helena Br Damanik: Bilang kan lah tulang.

Robensius Saragih: Pertanyaanku yg dulu juga blm terjawab...

Helena Br Damanik: Gag dianggap penting berarti kita tulang.....sengaja didiamkan..

Robensius Saragih: Sekedar saran : 
1. Dilaporkan berapa duit yang masuk dibuat rinciannya, jangan hanya global kalau dalam tabungan di print rek koran jadi semua jemaat tahu tidak nanya-nanya terus
2. Dilaporkan duit keluar dibuat rinciannya jangan hanya global 
3. Semua perbelanjaan ada kwitansinya dari toko tempat belanja
4. Ini yang aku ingat pelajaran SMP dulu.

Marthalena Br Hutajulu: Kejar terus harus ada penjelasan yang terang benderang. Sebenar nya gampang ko, debet kredit saldo. Ini pembukuuan  anak smp. Tinggal cantumkan bon-bon pengeluaran dan peruntukannya.

Dan tolong dicantum kan saldo ter baru beserta  rek koran. Pengeluaran tanpa keterangan. Contoh..ini contohh.. yahh ntuk pendeta.. total....sekiann rupiah. Peruntukannya untuk apa?? beli kertas..atau apa lahh.

Jangan uang masuk yang sudah di Doa kan Pendeta, bisa habis dikit-dikit tanpa keterangan jelas. Pendeta itu adalah Tuhan yang terlihat bagi kita jemaat. Mauliatee.

Biar kita majelis dan jemaat, ribut di belakang aja. Kita bebas Bersuara kok. Mari bersuara...untuk kebaikan bersama. Nb....kita jangan ada yang interfensi personal yaa. Kalau dikritikk....

Helena Br Damanik: Bah mantap kali..

St Awal Juni Damanik: Syalom Bapa Inang, Grup Kuria ini utk wadah informasi dan koordinasi, bukan ut penyelesaian atau diskusi ya, mohon pengertiannya.

Ada wadah sermon serta kemarin juga baru rapat PMJ dan Pengurus Sektor ,bukan di grup ini tempatnya untuk keluh kesah silahkan di sermon sampaikan atau melalui St / Sy Majelis dari Sektor nya.

Marthalena Br Hutajulu: Trus dimana kita  jemaat mendapat kan keterangan nya porhangerr??

Helena Br Damanik: Unek unek jemaat disampaikan kemana bapak prohanger Nami? Kami harus menyampaikan gitu ke majelis dulu?

Marthalena Br Hutajulu: Kita ngak majeliss lo jemaat biasa.

St Awal Juni Damanik: Via Pengurus Sektor / Majelis  kemarin kami baru rapat.

Marthalena Br Hutajulu: Yang sudah gerah dengar-dengar pembicaraan antara majelis dan jemaat karna itu duait bersama. Dan kita marpala pala lo mambere ini perwakilan untuk menyampaikan keluhan jemaat laen nya. Mauliate.

Helena Br Damanik: Menyampaikan keluh kesah di gereja ini gag BS bebas ya .harus melalui perantara. 

Marthalena Br Hutajulu: Betull. sedangkan sama Tuhan kita bisa langsung lohh.

St Awal Juni Damanik: Bukan disini tempatnya jumpai kami / pengurus sektor. Disini tidak sama semua literasinya.

Helena Br Damanik: Tolong lah dicatat para majelis galatia keluhan kami ini.....apa ada yang menyampaikan kah nanti di sermon..

St Awal Juni Damanik: Ok. Sekali lagi ini media utk informasi dan koordinasi, mari hasoman pergunakan dengan tepat ya

Helena Br Damanik: Informasi boleh lah dishare laporan keuangan tahun 2025

St Awal Juni Damanik: Sudah ada di warta jemaat

Helena Br Damanik: Rincian laporan keuangan dan rincian nya dr mana aja 92 juga itu bapak porhanger nami. Yang di warta hanya bulat hasil tok. Terima kasih. Kalau diterima...supaya kami jemaat juga jelas.

St Awal Juni Damanik: Apa yang kurang silahkan kami di japri atau via Pengurus Sektor / Majelis

Marthalena Br Hutajulu: Benarr .. coba di hitung ulang rincikan pelan-pelan. Kalau dak bisa banyak loh yang pintar orang ke uangan. Mana ini bapak  sint B Sipayung, juga ada bapak Leo. Yang mungkin dan masih banyak orang yang mampu.

Karna kurang langsung pimpinan maka kita, pertanyakan. Kalau sudah beres ngak mungkin kita cari kesalahan. Mari kita slesaikan ini secepatnya. Jadi dan dijelaskan ke semua jemaat bila perlu di depan di gereja. Takutnya ada pula nanti yang merasa diacuhkan ditaro ke fb.

Malu kita se Gkps. Jangan ke pusat nama Gkps harum ternya ta jemaat nya Bergumul, resah karena keuangan Greja kita tak jelas laporannyaa. Mauliatee.

Yar tak salahh. Bisa ditonton yaah yang... Takut Akan Tuhan. Itu blom jelass saldo terkhir, tak ditaro  cuma uang masuk dan keluar peruntukan ngak lengkap. 

Inang Hermawati Br Sitopu: Shalom banta haganupan. Domma i sampaikan hanami keluhan jemaat di Galatia tentang soal keuangan salah sada yang mendengar St aima niombah nami bp Gres St R. Purba dan St A dabukke. Tapi sampai sekarang belum terlaksana. Masalah uang masuk dan uang keluar di gereja ta GKPS kota baru. 

Hanami bukan tidak percaya bani nasiam MALIM (majelis) tapi porludo hanami jemaat paingatkon nasiam, ase makkorja sesuai dengan tanggung jawab nasiam sebagai MALIM ( majelis). Anggo boi pangindoan nami jemaat papodas nasiam MAJELIS nami makkorja hon pangindoan ni JEMAAT. 

Ase ulang magou haporsayaon nami bani nasiam, kalau majelis CUEk maka majelis sedikit pun tidak ada wibawa lagi di hadapan jemaat. Trims 🙏

St RE Purba: Shalom Nanggi. Tongon do na i hatahon ham ai. Tarimakasih ma. Memang harus borit do pangahapta sonari. Tapi kedepanni akan ada perubahan. Anggo nasiam jemaat lang marsahap hanami sip dassa. Diam seribu bahasa.

Padahal masalah domma i lobei mata. Hanami pitah sip dassa. Diri nami pakon tim/pengurus nami dassa na i pikkirhon hanami. Lang i pikiri nami nasiam jemaat. Na i pikiri nami, sonaha goran/tim/pengurus nami jenges hu luar tapi i bagas lang jenges. Sahali nari tarimakasih nanggi. Tarimakasih ma bani nasiam orang tua nami. Tarimakasih ma.

Marthalena Br Hutajulu: Maaf yaa lalau mau di tutup grop  tak bisa komentar bubarkan ajaa

St Awal Juni Damanik: Sattabi bani haganupan Bapa , Inang on grup gereja jadi maningon bahasa gerejawi ma , sekaligus holi via Pengurus Sektor / Majelis ma i padas tenei. On sementara do. 

(Pembicaraan ditutup karena St Awal Damanik sebagai salah satu admin GWA Kuria GKPS Jambi merubah aturan hanya Admin yang boleh memposting dalam Group).

(AsenkLeeSaragih)

BERITA LAINNYA

Posting Komentar

0 Komentar