![]() |
| Perjemuan Kudus (HBN) Keluarga Majelis GKPS Jambi, Jumat (23/1/2026). |
Jambi - GKPS Jambi menggelar Kebaktian Keluarga Majelis dan Pelayan pada Jumat malam, 23 Januari 2026. Ibadah yang berlangsung khidmat ini dihadiri sekitar 50 Dalahi dan 40 Naboruh, serta dirangkai dengan pelaksanaan Perjamuan Kudus (Horja Banggal Napansing) sebagai wujud pembaruan iman dan persekutuan tubuh Kristus.
Dalam suasana yang penuh perenungan, Pdt. Rudyard N. Saragih menyampaikan kotbah yang menegaskan kembali panggilan luhur Majelis dan seluruh pelayan gereja, berkomitmen dan berintegritas dalam pelayanan.
Pelayanan sebagai Panggilan, bukan sekadar jabatan. Pdt. Rudyard Saragih menekankan bahwa pelayanan gerejawi bukanlah sekadar jabatan struktural atau rutinitas organisasi.
Pelayanan adalah panggilan Allah yang menuntut kesetiaan, kejujuran, dan tanggung jawab moral. Komitmen seorang Majelis, menurutnya, tidak hanya terlihat saat berada di mimbar atau rapat gereja, tetapi justru tercermin dalam kehidupan sehari-hari di tengah keluarga, pekerjaan, dan masyarakat.
“Integritas berarti kesatuan antara iman yang diucapkan dan perbuatan yang dilakukan,” ditekankan Pdt. Rudyard Saragih. Majelis dan pelayan dipanggil untuk menjadi teladan, bukan hanya pandai berbicara tentang kebenaran, tetapi juga setia hidup di dalam kebenaran itu sendiri.
Ia mengingatkan bahwa pelayanan yang kehilangan integritas akan kehilangan wibawa rohaninya. Sebaliknya, pelayanan yang dijalani dengan hati yang tulus dan karakter yang benar akan menjadi berkat, bukan hanya bagi jemaat, tetapi juga bagi generasi yang akan datang.
Dukungan Keluarga: Fondasi Pelayanan yang Kokoh
Lebih jauh, Pdt. Rudyard Saragih menggarisbawahi peran penting keluarga dalam menopang pelayanan Majelis dan pelayan gereja. Menurutnya, pelayanan tidak mungkin dijalani dengan utuh tanpa dukungan dan pengertian dari keluarga masing-masing.
Keluarga bukan penghalang pelayanan, melainkan mitra pelayanan. Doa, pengertian, dan dukungan moral dari pasangan serta anak-anak menjadi kekuatan rohani yang menjaga pelayan tetap setia, rendah hati, dan tidak mudah lelah dalam tugasnya.
“Pelayanan yang diberkati adalah pelayanan yang dimulai dari rumah,” ungkapnya. Ketika keluarga hidup dalam kasih, saling mendukung, dan sejalan dalam iman, maka pelayanan di gereja akan semakin kokoh dan berdampak.
Ibadah dan Pelayanan yang Teratur dan Bermartabat
Ibadah ini juga dilayani oleh St. ML Br Sidauruk (Votum), St. H Br Purba (Doding), St. Friston R. Sinaga dan Ruth Sandra N Br Saragih (Organ), serta Singers Sy. Eri L. Br Saragih dan C. Sy. Lastri Br Sidauruk.
Usai ibadah, rangkaian acara dilanjutkan dengan kata-kata sambutan dari berbagai unsur pelayanan, mulai dari Pengurus Seksi Kategorial, Pengurus Sektor, Pengurus BDS, Pengurus MMS, Tim Sarana dan Prasarana, Sintua Emeritus, Keluarga Majelis, Majelis Jemaat, hingga Pimpinan Majelis Jemaat.
Dalam sambutan Sintua Emeritus St. A. Saragih, kembali ditegaskan pentingnya sikap menghargai Tohonon Pelayanan yang diemban, termasuk melalui penampilan yang pantas dan “Tunggung” dalam setiap Ibadah Keluarga Majelis, terlebih saat dirangkai dengan Horja Banggal Napansing.
St A Saragih, mengingatkan agar setiap Ibadah Keluarga Majelis hedaknya seluruh Majelis dan Pelayan mengenakan pakaian yang "Tunggung". Misalnya laki-laki mengenakan Kemaja pakai Dasi dan Jas. Tidak dengan mengenakan batik lengan pendek atau kemeja lengan pendek dan celana jens.
Ibadah yang juga diadakah HBN, seharusnya pakaian yang ditampakkan seluruh Majelis dan Calon Majelis atau seluruh Pelayanan mengenakan pakaian yang "Tunggung". Baik kaum Perempuan dan laku-Laki. "Singat-Singat" St A Saragih ini menjadi tamparan keras kepada Majelis akan sikap menghargai "Tohonon Pelayanan" yang disandang pada dirinya.
Menjadi Majelis yang Utuh dalam Iman dan Kehidupan
Kebaktian Keluarga Majelis ini menjadi momentum refleksi bersama bahwa pelayanan gereja menuntut keutuhan hidup, komitmen yang teguh, integritas yang terjaga, serta dukungan keluarga yang kuat. Ketiganya saling berkaitan dan tidak dapat dipisahkan.
Dengan semangat pembaruan iman melalui Perjamuan Kudus, GKPS Jambi diharapkan terus melahirkan Majelis dan pelayan yang tidak hanya aktif melayani, tetapi juga menjadi teladan dalam kehidupan, keluarga, dan persekutuan jemaat.
Kebaktian Keluarga Majelis dan Pelayan GKPS Jambi, Jum'at (23/1/2026) malam. Dalam Kotbahnya Pdt Rudyard N Saragih menekankan pentingnya agar Majelis memiliki Komitmen dan Berintegritas dalam pelayanan. Hadir pada Ibadah ini Dalahi 50 Halak, Naboruh 40 Halak. Pada ibadah ini juga dilangsungkan Perjamuan Kudus (Horja Banggal Napansing).
Melayani pada ibadah ini, Votum St ML Br Sidauruk, Doding St H Br Purba, Organ St Friston R Sinaga, Singers Sy Eri L Br Saragih dan C.Sy Lastri Br Sidauruk.
Setelah ibadah dilanjutkan kata-kata sambutan dari Pengurus Seksi Kategorial, Pengurus Sektor, Pengurus BDS, Pengurus MMS, Tim Sarpras, Sintua Emeritus, Keluarga Majelis, Majelis Jemaat dan Sambutan Pimpinan Majelis Jemaat. Juga dirangai makan nasi bungkus bersama. (AsenkLeeSaragih)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)
%20malam.jpg)











0 Komentar