Galeri Foto Semarak Lomba Tortor Simalungun “Haporas Ni Silongkung” Meriahkan Pra Olob-Olob GKPS Resort Jambi 2026

JAMBI- Nuansa budaya Simalungun menggema di lingkungan GKPS Jambi, Minggu (13/9/2026), melalui pelaksanaan Lomba Tortor Simalungun “Haporas Ni Silongkung” dalam rangka Pra Olob-Olob GKPS Resort Jambi Tahun 2026. Momen ini diabadikan foto oleh Moses Juneri Manihuruk.

Lomba tersebut diikuti oleh Namaposo GKPS Resort Jambi, yang tampil membawa semangat kebersamaan sekaligus memperlihatkan kemampuan dalam menghidupkan seni tortor sebagai bagian penting dari identitas budaya Simalungun.

Sejak kegiatan berlangsung, suasana tampak semarak. Para peserta tidak hanya dituntut mampu mengikuti gerakan tortor, tetapi juga memperhatikan kekompakan, ketepatan gerakan, penghayatan, serta kemampuan menampilkan tortor secara selaras sebagai sebuah kelompok.

Tortor dalam tradisi masyarakat Simalungun tidak sekadar dipandang sebagai rangkaian gerakan tari. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, penghormatan, dan ekspresi budaya yang diwariskan antargenerasi. Karena itu, perlombaan tortor menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mempraktikkan, sekaligus menjaga keberlangsungan budaya Simalungun di tengah 
perkembangan zaman.

Untuk memastikan penampilan peserta dinilai secara objektif, panitia menghadirkan tiga orang juri yang memiliki pengalaman dan pemahaman terhadap kegiatan serta budaya gerejawi dan Simalungun.

Ketiga juri tersebut yakni Pdt. Tania Kisah D. Br. Saragih, S.Th., Penginjil Larmawati Br. Purba, dan Inang Ny. Pdt. A.F. Damanik Br. Girsang.

Kehadiran para juri menjadi bagian penting dalam lomba. Penilaian tidak semata-mata melihat kemampuan peserta melakukan gerakan, tetapi juga bagaimana setiap kelompok mampu menampilkan tortor secara kompak dan berkarakter.

Bagi Namaposo yang mengikuti perlombaan, panggung lomba menjadi ruang untuk menunjukkan hasil latihan sekaligus membangun keberanian dan rasa percaya diri. Setiap gerakan yang ditampilkan membawa identitas kelompok, tetapi pada saat yang sama memperlihatkan semangat kolektif generasi muda GKPS Resort Jambi.

Bukan Sekadar Perlombaan

Pelaksanaan Lomba Tortor Simalungun “Haporas Ni Silongkung” memiliki makna lebih luas daripada sekadar mencari kelompok terbaik. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan kehidupan bergereja dengan pelestarian budaya.

Dalam konteks Namaposo, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antarpemuda dari berbagai jemaat yang berada di lingkungan GKPS Resort Jambi. Proses latihan hingga tampil bersama mendorong peserta untuk membangun komunikasi, disiplin, kekompakan, dan rasa memiliki terhadap budaya Simalungun.

Di tengah kehidupan generasi muda yang semakin dekat dengan budaya populer dan perkembangan teknologi digital, ruang-ruang kebudayaan seperti lomba tortor memiliki posisi strategis. Tradisi tidak hanya dipertahankan melalui cerita atau dokumentasi, tetapi juga melalui praktik langsung oleh generasi yang akan meneruskannya.

Karena itu, keterlibatan Namaposo dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi budaya. Mereka tidak hanya menjadi penonton kebudayaan, tetapi ikut menjadi pelaku yang menjaga agar tortor tetap hidup dalam kehidupan masyarakat Simalungun.

Menyambut Olob-Olob GKPS Resort Jambi

Lomba Tortor “Haporas Ni Silongkung” merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam Pra Olob-Olob GKPS Resort Jambi Tahun 2026, dan puncaknya dilaksanakan di Gedung Puri Gracia Kotabaru Kota Jambi, Minggu (20/9/2026) mulai pukul 08.00WIB. Kehadiran kegiatan budaya dalam rangkaian tersebut memperlihatkan bahwa persekutuan gerejawi juga dapat menjadi ruang untuk merawat kekayaan budaya yang hidup di tengah jemaat.

Semangat yang dibangun melalui perlombaan diharapkan tidak berhenti pada hasil akhir atau penentuan pemenang. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan Namaposo, meningkatkan kecintaan terhadap budaya Simalungun, serta menumbuhkan kesadaran bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan generasi muda.

Dari lingkungan GKPS Jambi pada Minggu itu, tortor kembali menjadi bahasa budaya yang mempertemukan generasi muda dalam semangat kebersamaan. Gerakan yang dilakukan secara serempak bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi gambaran tentang bagaimana tradisi dapat terus bergerak mengikuti zaman tanpa kehilangan akar identitasnya.

Melalui Lomba Tortor Simalungun “Haporas Ni Silongkung”, Pra Olob-Olob GKPS Resort Jambi Tahun 2026 tidak hanya menghadirkan kemeriahan kegiatan, tetapi juga membuka ruang bagi Namaposo untuk mengambil bagian dalam merawat warisan budaya Simalungun melalui seni, kebersamaan, dan kehidupan bergereja.(Asenk Lee Saragih/Foto-Foto By: Moses Juneri Manihuruk)   
Pdt Tania Kisah D Br Saragih STh

Tim Gerald Damanik CS GKPS Jambi.

Penginjil Larmawati Br Purba.

Inang Ny Pdt AF Damanik Boru Girsang.







C.St Jhonfrianto Purba (Koordinator Porseni).

Pdt Agus Freddy Damanik MTh.
































Tim Sandra CS GKPS Jambi.




El Nathan Absalom Sinaga dan El Azaro Jaffe Sinaga.
























Tim Rachel Saragih CS GKPS Jambi.





























Tim Namaposo GKPS Tanah Kanaan Jambi. 
















0 Komentar