Pelaksanaan Sayembara Vocal Group dan Lomba Marturiturian Bibel Simalungun Berlangsung Sukses, Warnai Pesparawi SM GKPS Tingkat Sinode 2026


Pamatangsiantar – Semangat pelayanan, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya serta firman Tuhan mewarnai pelaksanaan Sayembara Vocal Group dan Lomba Marturiturian Bibel Simalungun (Bible Story Telling/BST) dalam rangka Pesparawi Sekolah Minggu (SM) GKPS Tingkat Sinode Tahun 2026 yang berlangsung di Kota Pamatangsiantar, Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Kompleks Balai Bolon GKPS, Jalan Pendeta J. Wismar Saragih, Pamatangsiantar, tersebut berlangsung meriah, tertib, dan sukses. Ratusan peserta yang berasal dari berbagai distrik GKPS tampak antusias mengikuti perlombaan yang menjadi salah satu agenda utama dalam perhelatan Pesparawi Sekolah Minggu GKPS tahun ini.

Pada kategori Sayembara Vocal Group, tercatat sebanyak 33 kontingen turut ambil bagian. Sementara pada kategori Marturiturian Bibel Simalungun (BST), sebanyak 36 peserta tampil membawakan kisah-kisah Alkitab dalam bahasa Simalungun dengan penuh penghayatan dan ekspresi.

Seluruh peserta berasal dari 12 Distrik GKPS yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kehadiran mereka tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan antar Sekolah Minggu GKPS serta menumbuhkan semangat melayani Tuhan melalui talenta yang dimiliki.

Pada Sayembara Vocal Group, para peserta menampilkan lagu-lagu pujian dengan harmonisasi suara yang indah, penguasaan panggung yang baik, serta penghayatan yang mendalam. Setiap kontingen berupaya memberikan penampilan terbaiknya di hadapan dewan juri dan para penonton yang memenuhi lokasi perlombaan.

Adapun dewan juri untuk Sayembara Vocal Group terdiri dari Pdt. Ito Belihar Purba, BP. Noah Sumbayak, serta seorang juri profesional dari luar lingkungan GKPS yang memiliki kompetensi di bidang musik dan paduan suara.

Sementara itu, pada Lomba Marturiturian Bibel Simalungun, para peserta menunjukkan kemampuan bertutur yang luar biasa. Berbagai kisah Alkitab disampaikan secara menarik dalam bahasa Simalungun, sehingga tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana pewartaan firman Tuhan sekaligus pelestarian bahasa daerah.

Penampilan para peserta dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Pdt. Vivi Perpetua br. Purba, Prof. Erond Damanik, serta tim penilai lainnya yang memiliki pengalaman dalam bidang pendidikan, budaya, dan pelayanan gerejawi.

Sepanjang perlombaan berlangsung, suasana kompetisi tetap terjaga dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan. Sorak dukungan dari para pendamping, kontingen, dan jemaat menambah semarak jalannya kegiatan. Meski berkompetisi untuk meraih prestasi terbaik, seluruh peserta menunjukkan sikap sportif dan saling menghargai satu sama lain.

Pimpinan Sinode GKPS memberikan apresiasi atas kualitas penampilan yang ditunjukkan para peserta. Menurut mereka, Pesparawi bukan sekadar perlombaan untuk mencari pemenang, melainkan wadah pembinaan iman, pengembangan bakat, serta upaya melestarikan nilai-nilai budaya Simalungun di tengah generasi muda gereja.

"Kita melihat bagaimana anak-anak Sekolah Minggu GKPS mampu memadukan pelayanan, seni, dan budaya dalam satu panggung yang membanggakan. Ini menjadi harapan besar bagi masa depan gereja dan budaya Simalungun," ungkap salah seorang panitia.

Keberhasilan pelaksanaan Sayembara Vocal Group dan Lomba Marturiturian Bibel Simalungun menjadi bukti bahwa Pesparawi SM GKPS Tingkat Sinode 2026 tidak hanya menjadi ajang pengembangan talenta, tetapi juga sarana memperkuat iman, karakter, dan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya Simalungun.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian perlombaan, para peserta kini menantikan pengumuman hasil penilaian dewan juri. Namun lebih dari sekadar prestasi, seluruh kontingen telah menunjukkan bahwa semangat melayani Tuhan, persaudaraan, dan pelestarian budaya tetap menjadi kemenangan terbesar dalam perhelatan Pesparawi Sekolah Minggu GKPS Tingkat Sinode Tahun 2026 di Pamatangsiantar.(AsenkLeeSaragih)

























0 Komentar