Meski Jam Makan Tak Teratur, Kontingen Pesparawi SM GKPS Resort Jambi Nikmati Perjalanan Lintas Timur Sumatera Menuju Pematangsiantar

Jambi, GKPS – Perjalanan darat lebih dari 500 kilometer dari Kota Jambi menuju Pematangsiantar, Sumatera Utara, bukanlah perjalanan yang ringan. Waktu tempuh yang panjang, jadwal makan yang berubah-ubah, hingga rasa lelah selama berada di dalam bus menjadi bagian dari cerita yang harus dijalani Kontingen Pesparawi Sekolah Minggu (SM) GKPS Resort Jambi dalam mengikuti Pesparawi SM Sinode GKPS Tahun 2026, sejak bertolak dari Kota Jambi, Rabu (1/7/2026).

Namun di balik tantangan tersebut, tersimpan pengalaman yang justru mempererat kebersamaan seluruh rombongan.

Sejak diberangkatkan dari Gereja GKPS Jambi, wajah-wajah ceria anak-anak Sekolah Minggu sudah memancarkan semangat. Mereka memahami bahwa perjalanan menuju Pematangsiantar bukan sekadar berpindah dari satu kota ke kota lain, melainkan perjalanan iman untuk mempersembahkan pujian terbaik bagi Tuhan.

Sepanjang Jalan Lintas Timur Sumatera, bus yang membawa rombongan melintasi hamparan perkebunan sawit, hutan, perbukitan, hingga berbagai kota dan kabupaten di Provinsi Jambi, Riau, dan Sumatera Utara. Jalur nasional tersebut memang menjadi salah satu urat nadi transportasi Pulau Sumatera yang menghubungkan berbagai provinsi di bagian timur pulau.

Perjalanan panjang membuat waktu makan tidak selalu sesuai jadwal. Ada kalanya rombongan baru dapat menikmati makan siang ketika waktu sudah menjelang sore, atau makan malam ketika langit telah benar-benar gelap. Semua bergantung pada kondisi lalu lintas, lokasi rumah makan, dan waktu istirahat yang memungkinkan.

Namun hal itu tidak sedikit pun mengurangi semangat anak-anak.

Mereka justru menikmati setiap momen. Saat bus berhenti di tempat istirahat, suasana langsung berubah ramai. Ada yang membeli makanan ringan, mengisi botol minum, berfoto bersama, hingga sekadar meregangkan badan setelah berjam-jam duduk di kursi bus.

Di dalam perjalanan, tawa anak-anak hampir tak pernah berhenti. Lagu-lagu pujian bergantian dinyanyikan. Sesekali terdengar canda yang mengundang gelak tawa seluruh penumpang. Tidak sedikit pula yang memanfaatkan waktu untuk beristirahat agar tenaga kembali pulih.

Para pembina, pendamping, dan orang tua terus memastikan kondisi seluruh peserta tetap sehat. Mereka saling mengingatkan agar cukup minum, menjaga stamina, dan tidak melewatkan waktu makan meskipun jadwal sedikit bergeser.

Perjalanan panjang ini menjadi ruang belajar yang tidak ditemukan di ruang kelas. Anak-anak belajar tentang kesabaran ketika kendaraan harus melaju perlahan di beberapa titik. Mereka belajar disiplin mengikuti arahan pendamping, belajar menghargai teman selama berada dalam satu bus, serta belajar bersyukur atas setiap penyertaan Tuhan sepanjang perjalanan.

Bagi sebagian besar peserta, ini juga menjadi pengalaman pertama menempuh perjalanan lintas provinsi dengan kendaraan darat. Rasa kagum terlihat ketika mereka menyaksikan pemandangan alam Sumatera yang begitu luas, sungai-sungai besar, perbukitan hijau, hingga ramainya aktivitas masyarakat di kota-kota yang mereka lewati.

Ketua rombongan berharap perjalanan ini bukan hanya menjadi kenangan menyenangkan, tetapi juga membentuk karakter anak-anak Sekolah Minggu agar semakin mandiri, disiplin, serta memiliki semangat melayani Tuhan melalui talenta bernyanyi.

Setiap kilometer yang ditempuh menjadi bagian dari proses menuju pelayanan yang lebih besar. Rasa lelah, kantuk, dan jadwal makan yang tidak menentu perlahan berubah menjadi cerita yang suatu hari nanti akan dikenang sebagai pengalaman berharga.

Sesampainya di Pematangsiantar nanti, kontingen Pesparawi SM GKPS Resort Jambi diharapkan dapat tampil dengan penuh sukacita, percaya diri, dan memberikan persembahan pujian terbaik bagi kemuliaan Tuhan.

Karena bagi anak-anak Sekolah Minggu GKPS Resort Jambi, perjalanan ini bukan hanya tentang mencapai tujuan, melainkan tentang menikmati setiap proses bersama Tuhan, bersama sahabat, dan bersama keluarga besar GKPS. Di situlah kenangan indah itu mulai dituliskan.(AsenkLeeSaragih)


















0 Komentar