Ibadah Pembukaan Pesparawi SM GKPS Tingkat Sinode Resmi Dibuka, Peserta Diajak Memuliakan Tuhan Melalui Pujian

Ibadah Pembukaan Pesparawi SM GKPS Tingkat Sinode di GKPS Peniel Pamatangsiantar, Jumat (4/6/2026). Dihadiri Pimpinan Sinode GKPS Ephorus dan Sekjen Serta Ketua Bapa Sinode GKPS BP Brigjen ( P) Waston Purba dan Fulltimer GKPS.Kotbah Sekjen GKPS Pdt dr Janhotner Saragih.

Pematangsiantar – Suasana penuh sukacita dan semangat pelayanan mewarnai Ibadah Pembukaan Pesparawi Sekolah Minggu (SM) Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Tingkat Sinode Tahun 2026 yang digelar di GKPS Peniel Pematangsiantar, Jumat (4/7/2026).

Kegiatan yang mempertemukan kontingen Sekolah Minggu dari berbagai resort GKPS tersebut dihadiri oleh jajaran pimpinan Sinode GKPS, antara lain Ephorus GKPS, Sekretaris Jenderal GKPS, Ketua Bapa Sinode GKPS Brigjen (Purn.) Waston Purba, para fulltimer GKPS, pendeta, guru Sekolah Minggu, serta ratusan peserta Pesparawi dari berbagai daerah.

Ibadah pembukaan menjadi momentum awal yang menandai dimulainya rangkaian perlombaan dan persekutuan iman yang akan berlangsung selama pelaksanaan Pesparawi. Melalui puji-pujian dan penyembahan yang dipersembahkan peserta, suasana gereja dipenuhi semangat kebersamaan dan pengharapan agar seluruh kegiatan berlangsung dengan baik dan membawa kemuliaan bagi Tuhan.

Dalam khotbahnya, Sekretaris Jenderal GKPS, Pdt. dr. Janhotner Saragih, menegaskan bahwa tujuan utama Pesparawi bukanlah sekadar mencari juara, melainkan menjadi sarana untuk memuliakan Tuhan melalui talenta dan kemampuan yang dimiliki setiap anak Sekolah Minggu.

“Melalui Pesparawi ini kita memuliakan Tuhan. Semua yang dilakukan harus menjadi persembahan yang terbaik bagi Tuhan,” ujar Pdt. Janhotner di hadapan para peserta dan jemaat yang hadir.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta, pendamping, maupun orang tua agar menjadikan ajang ini sebagai wadah pembelajaran iman, kebersamaan, dan pengembangan bakat anak-anak dalam pelayanan gerejawi. Menurutnya, kemenangan sejati bukan hanya diukur dari perolehan prestasi, tetapi dari pertumbuhan karakter dan iman anak-anak selama mengikuti kegiatan tersebut.

Lebih lanjut, Sekjen GKPS berharap seluruh rangkaian Pesparawi dapat berlangsung dalam suasana persaudaraan yang harmonis tanpa menimbulkan kekecewaan maupun perselisihan di antara peserta.

“Tidak ada yang sakit hati dan tidak ada anak Sekolah Minggu yang kecewa. Semua harus bersukacita karena tujuan kita adalah memuliakan Tuhan,” pesannya.

Pesan tersebut mendapat sambutan hangat dari para peserta dan pendamping yang hadir. Harapan agar Pesparawi menjadi ajang yang membangun iman, mempererat persaudaraan, serta melahirkan generasi muda GKPS yang semakin mencintai pelayanan gereja menjadi semangat yang terus digaungkan sepanjang ibadah.

Pesparawi Sekolah Minggu Tingkat Sinode GKPS sendiri merupakan agenda gerejawi yang bertujuan mengembangkan potensi seni musik gerejawi sekaligus membentuk karakter rohani anak-anak melalui pelayanan pujian. Selain menjadi wadah kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antarresort GKPS serta memperkuat identitas iman generasi muda gereja.

Dengan dimulainya ibadah pembukaan tersebut, seluruh peserta kini bersiap mengikuti berbagai kategori perlombaan yang akan berlangsung dalam suasana penuh sukacita, sportivitas, dan semangat melayani Tuhan melalui nyanyian dan pujian.(AsenkLeeSaragih)




0 Komentar