![]() |
| "Selamat Jalan Makela". |
Mengenang Bapa Sehat Purba: Kesetiaan yang Bekerja dalam Diam, Kasih yang Hidup dalam Pelayanan
Kabar duka menyelimuti keluarga besar GKPS Resort Jambi setelah berpulangnya Bapak Sehat Purba (Pak Muti) pada Jumat, 26 Juni 2026 pukul 19.20 WIB di RS Mitra Jambi. Kepergian almarhum tidak hanya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga yang dikasihi, tetapi juga bagi jemaat yang selama ini mengenalnya sebagai sosok sederhana, rendah hati, dan setia mendukung pelayanan gereja.
Bagi sebagian orang, pelayanan gereja sering kali hanya terlihat dari mereka yang berdiri di depan jemaat, memimpin ibadah, menyampaikan firman, atau melayani dalam berbagai tugas kerohanian. Namun di balik setiap pelayan Tuhan, sering terdapat sosok yang bekerja dalam diam, memberikan dukungan tanpa banyak sorotan. Sosok itulah yang selama ini diperankan oleh Bapak Sehat Purba.
Sebagai suami dari Inang St. M.D. br. Siallagan, yang melayani sebagai Sintua (Penatua) di GKPS Jambi, almarhum dikenal sebagai pribadi yang selalu memberikan dukungan penuh terhadap berbagai tanggung jawab pelayanan yang diemban istrinya.
Kesetiaan tersebut tidak selalu terlihat dalam bentuk kata-kata atau jabatan, melainkan melalui pengorbanan waktu, perhatian, serta kerelaan untuk berbagi tanggung jawab dalam kehidupan keluarga demi kelancaran pelayanan gereja.
Dalam kehidupan bergereja, keberhasilan pelayanan seorang Sintua tidak pernah berdiri sendiri. Dukungan keluarga menjadi fondasi penting yang memungkinkan seorang pelayan gereja menjalankan tugasnya dengan baik.
Bapak Sehat Purba memahami hal tersebut. Dengan penuh kesabaran dan pengertian, ia memberikan ruang bagi istrinya untuk melayani jemaat, menghadiri berbagai kegiatan gerejawi, serta menjalankan panggilan pelayanannya.
Kesetiaan seperti inilah yang sering kali luput dari perhatian. Tidak tercatat dalam laporan kegiatan, tidak pula disampaikan dari mimbar. Namun Tuhan melihat setiap bentuk pengorbanan yang dilakukan dengan tulus.
Dalam banyak kesempatan, almarhum menunjukkan bahwa pelayanan kepada Tuhan tidak selalu harus dilakukan di depan banyak orang. Mendukung, menguatkan, dan mendoakan mereka yang melayani juga merupakan bagian dari pelayanan yang berharga di hadapan Tuhan.
Kepergian Bapak Sehat Purba mengingatkan jemaat akan pentingnya menghargai setiap orang yang mengambil bagian dalam kehidupan gereja, baik yang terlihat maupun yang bekerja di balik layar. Gereja yang kuat tidak hanya dibangun oleh para pelayan yang berdiri di depan, tetapi juga oleh keluarga-keluarga yang dengan setia menopang pelayanan tersebut.
Bagi keluarga yang ditinggalkan, terutama Inang St. M.D. br. Siallagan dan seluruh anggota keluarga, kehilangan ini tentu menjadi duka yang mendalam. Namun iman Kristen mengajarkan bahwa kematian bukanlah akhir dari segalanya.
Dalam Kristus, terdapat pengharapan akan kehidupan yang kekal. Pengharapan inilah yang menjadi kekuatan bagi setiap orang percaya ketika menghadapi perpisahan dengan orang-orang yang dikasihi.
Di tengah kesedihan yang dirasakan saat ini, jemaat GKPS Jambi mengenang almarhum bukan hanya sebagai seorang anggota jemaat, melainkan sebagai pribadi yang telah memberikan teladan tentang arti kesetiaan, dukungan keluarga, dan pelayanan yang dilakukan dengan hati yang tulus.
![]() |
| "Acara Pentahbisan" |
Warisan iman seperti itulah yang akan terus hidup dalam ingatan jemaat dan menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
Atas nama keluarga besar GKPS Resort Jambi, segenap jemaat, majelis, dan Fulltimer menyampaikan penghormatan terakhir kepada almarhum Bapak Sehat Purba. Kiranya Tuhan Yesus Kristus memberikan penghiburan sejati, kekuatan, dan damai sejahtera kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan.
Selamat jalan, Bapak Sehat Purba. Perjalanan pelayanan di dunia telah usai, tetapi keteladanan hidup yang Bapak tinggalkan akan tetap hidup dalam kenangan banyak orang. Kiranya Tuhan berkenan menerima segala karya, kesetiaan, dan pengabdian yang telah dipersembahkan selama masa kehidupan di dunia.
"Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sebab segala jerih lelah mereka mengikuti mereka." (Wahyu 14:13)




0 Komentar