Jejak Kasih yang Tak Terlupakan: Ketulusan Op. Sem Ny. St. RK Purba Br. Sitepu Bagi Kontingen Pesparawi Sekolah Minggu GKPS Resort Jambi



Jambi-Panitia Kontingen Pesparawi Sekolah Minggu GKPS Resort Jambi berkunjung ke Rumah Keluarga Ny St RK Purba Pakpak P Br Sitepu di Karya Maju, Telanaipura Kota Jambi, Rabu (24/6/2026) petang. Kunjungan ini dipimpin oleh Ketua Panitia Kapten Inr Oslan Purba Tambak dan perwakilan Sekolah Minggu, Guru Sekolah Minggu dan Panitia.

Pada kesempatan ini Panitia Kontingen Pesparawi SM GKPS Resort Jambi membawakan hadiah kue ulang tahun kepada Opung Sem (Ny St RK Purba Boru Sitepu) yang merayakan Ulang Tahun Ke 76 (16 Juni 2026). Meski datang bukan pada tanggal perayaan HUT, karena Ompung Sem Boru baru tiba di Jambi dari Jakarta. 

Kapten Inf Oslan Purba mengatakan, kehadiran Panitia untuk menyampaikan ucapan terimakasih kepada Oppung Sem yang telah membantu penginapan peserta Kontingen GKPS Resort Jambi menginap di Hotel Manna Pamatangsiantar mulai 2 Juni hingga 5 Juni 2026. Pasalnya Kontingen Pesparawi SM GKPS Resort Jambi berangkat pada 1 Juni 2026 menuju Pamatangsiantar untuk mengikuti Pesparawi SM GKPS Tingkat Sinode GKPS yang berlangsung pada 4-5 Juni 2026.

"Syalom Bapa inang, bot ni Ari on piga piga hanami laho do hurumah ni op RK. Nalaho mangantar Kue Ultah. Makkatahon Tarimakasih. Maaf Lang ganup boi dohot songon Rencana ta. Halani oppung ai Makkatahon Lang pala Rame rame. Tarimakasih,"ujar Oslan Purba.

Panitia mengucapkan Selamat ulang tahun yang penuh berkah untuk Ny St RK Purba Boru Sitepu. Semoga di usia yang semakin bertambah ini, Tuhan Yang Maha Esa senantiasa melimpahkan kesehatan, kebahagiaan, dan damai sejahtera dalam hidup Ibu. Terima kasih atas segala kasih dan keteladanan yang Ibu berikan.

Ketika Kasih Menjadi Nyata

Di balik setiap keberhasilan sebuah pelayanan, sering kali terdapat sosok-sosok yang bekerja dalam diam. Mereka tidak tampil di atas panggung, tidak berdiri di depan mikrofon untuk menerima tepuk tangan, namun kontribusinya menjadi bagian penting yang memungkinkan sebuah pelayanan berjalan dengan baik. Salah satu sosok tersebut adalah Ny. St. RK Purba Br. Sitepu, yang akrab disapa Opung Sem.

Bagi anak-anak Sekolah Minggu GKPS Resort Jambi yang mengikuti Pesparawi Sekolah Minggu Tingkat Sinode GKPS Tahun 2026 di Pematangsiantar, nama Opung Sem mungkin tidak tercatat dalam daftar peserta maupun panitia inti perlombaan. Namun kasih dan kepeduliannya telah menjadi bagian dari perjalanan berharga yang mereka alami.

Perjalanan dari Jambi menuju Pematangsiantar bukanlah perjalanan yang singkat. Kontingen Pesparawi Sekolah Minggu GKPS Resort Jambi harus menempuh perjalanan panjang demi membawa nama resort dan mempersembahkan talenta terbaik mereka dalam memuji Tuhan.

Di tengah berbagai kebutuhan yang harus dipersiapkan, salah satu aspek yang sangat penting adalah penginapan. Bagi rombongan yang terdiri dari anak-anak, guru Sekolah Minggu, serta pendamping, tempat beristirahat yang layak bukan sekadar kebutuhan teknis. 

Penginapan yang nyaman menjadi faktor penting agar seluruh peserta dapat menjaga kesehatan, beristirahat dengan baik, dan tampil maksimal saat mengikuti perlombaan.

Dalam situasi itulah kasih Opung Sem hadir secara nyata. Melalui bantuannya, Kontingen Pesparawi Sekolah Minggu GKPS Resort Jambi dapat menginap di Hotel Manna Pematangsiantar selama empat hari, sejak 2 hingga 5 Juni 2026. Bantuan tersebut bukan sekadar soal fasilitas penginapan, tetapi merupakan bentuk perhatian yang lahir dari hati yang peduli terhadap pelayanan anak-anak Tuhan.

Melayani Tanpa Banyak Bicara

Dalam kehidupan bergereja, tidak semua pelayanan dilakukan dari mimbar. Ada pelayanan yang dilakukan melalui doa. Ada yang dilakukan melalui tenaga. Ada pula yang dilakukan melalui dukungan materi dan perhatian kepada sesama.

Apa yang dilakukan Opung Sem menunjukkan bahwa pelayanan sejati tidak selalu membutuhkan sorotan. Ia tidak meminta penghargaan, tidak menuntut pengakuan, bahkan tidak mengharapkan balasan apa pun. Kasih yang diberikan mengalir dengan tulus karena didorong oleh keinginan melihat anak-anak Sekolah Minggu dapat melayani Tuhan dengan sukacita.

Sikap seperti ini mengingatkan jemaat pada nilai-nilai kekristenan yang sederhana namun mendalam,  memberi karena mengasihi.

Di tengah dunia yang sering mengukur segala sesuatu dengan keuntungan dan kepentingan pribadi, tindakan Opung Sem menjadi pengingat bahwa semangat berbagi masih hidup dan terus bertumbuh dalam kehidupan jemaat GKPS.

Membantu anak-anak Sekolah Minggu bukan hanya membantu sebuah kegiatan. Lebih dari itu, bantuan tersebut merupakan investasi bagi masa depan gereja.

Anak-anak yang mengikuti Pesparawi hari ini adalah generasi yang kelak akan menjadi sintua, guru sekolah minggu, pelayan musik, pendeta, bahkan pemimpin gereja di masa depan. Ketika mereka memperoleh pengalaman rohani yang baik sejak dini, maka benih iman yang ditanam hari ini akan menghasilkan buah di kemudian hari.

Karena itu, dukungan yang diberikan Opung Sem sesungguhnya memiliki dampak yang jauh lebih besar daripada yang terlihat. Ia ikut mengambil bagian dalam membentuk kenangan indah dan pengalaman pelayanan yang akan dikenang anak-anak tersebut sepanjang hidup mereka.

Bisa jadi, bertahun-tahun dari sekarang, ketika para peserta Pesparawi itu telah dewasa, mereka akan mengenang perjalanan ke Pematangsiantar sebagai salah satu pengalaman paling berkesan dalam masa pelayanan mereka. 

Dan di balik kenangan itu, terdapat kasih seorang opung yang membantu mereka mendapatkan tempat beristirahat dengan nyaman selama mengikuti perlombaan.

Teladan Bagi Jemaat

Kisah Opung Sem (P Br Sitepu) yang genap usianya 76 tahun pada 16 Juni 2026 ini juga menjadi teladan bagi seluruh warga jemaat GKPS. Gereja yang kuat tidak hanya dibangun oleh para pelayan di depan altar, tetapi juga oleh jemaat yang memiliki hati untuk menopang pelayanan.

Terkadang bantuan yang tampak sederhana justru memiliki dampak yang luar biasa. Sebuah kendaraan yang dipinjamkan, makanan yang disediakan, tempat menginap yang dibantu, atau dukungan doa yang terus dinaikkan, semuanya merupakan bagian dari pelayanan kepada Tuhan.

Melalui ketulusannya, Opung Sem telah menunjukkan bahwa setiap jemaat memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi berkat. Tidak harus menunggu menjadi pemimpin gereja atau memiliki jabatan tertentu. Yang dibutuhkan hanyalah hati yang mau peduli.

Ucapan Syukur dan Terima Kasih

Keluarga besar Kontingen Pesparawi Sekolah Minggu GKPS Resort Jambi tentu memiliki alasan kuat untuk bersyukur atas kebaikan yang telah diberikan Opung Sem. Bantuan tersebut telah meringankan beban panitia dan memberikan kenyamanan bagi seluruh peserta selama mengikuti rangkaian kegiatan Pesparawi.

Kasih yang diberikan mungkin tidak dapat dibalas dengan materi yang setara. Namun doa dan rasa hormat dari anak-anak Sekolah Minggu, guru-guru, panitia, serta seluruh jemaat menjadi ungkapan terima kasih yang tulus.

Kiranya Tuhan senantiasa memberkati Ny. St. RK Purba Br. Sitepu (Opung Sem) dengan kesehatan, sukacita, umur panjang, serta damai sejahtera dalam setiap langkah kehidupannya.

Karena pada akhirnya, pelayanan yang paling indah bukanlah yang paling banyak dilihat orang, melainkan yang dilakukan dengan kasih. Dan kasih itulah yang telah ditunjukkan Opung Sem kepada Kontingen Pesparawi Sekolah Minggu GKPS Resort Jambi.

"Siapa yang menerima seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menerima Aku." (Matius 18:5). Terima kasih, Opung Sem. Kasih dan ketulusanmu akan selalu menjadi bagian dari perjalanan pelayanan anak-anak Sekolah Minggu GKPS Resort Jambi.




Mengutip dari tulisan St Radesman Saragih SSos beberapa waktu lalu, St RK Purba Pakpak berusaha jongkok dan membungkuk dalam kondisi fisik yang sudah tua dan sakit, lalu menaruh batu-bata di galian berbentuk salib di depannya. Sebelum menaruh semen di atas batu-bata tersebut, sejenak Dia menutup mata dengan tangan kiri sembari menangis. 

Kemudian Dia mengambil semen menggunakan sendok semen dan menaruhnya di atas batu-bata yang terletak di dalam galian berbentuk salib tersebut. Polesan semen yang ditaruhnya di atas batu-bata tersebut pun tampak cukup rapi.


Demikianlah St Raja Kumpul (RK) Purba Pakpak melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Jambi di komplek gereja Kotabaru, Kota Jambi, Minggu (16/06/2019) siang yang juga bertepatan dengan HUT Ke 69 Istri tercinta Inang P Sitepu saat itu.

St RK Purba yang merupakan mantan Pengantar Jemaat (Ketua Majelis Jemaat) GKPS Jambi selama 13 tahun turut melakukan peletakan batu pertama gedung gereja GBKP Jambi tersebut mewakili undangan dan penatua senior yang selama ini juga turut mendukung pelayanan dan pembangunan GBKP di Jambi.

Kehadiran St RK Purba pada peletakan batu pertama pembangunan GBKP Jambi tersebut ternyata menjadi pengabdian terakhirnya  dalam pelayanan gereja. Pada hari Senin (17/06/2019) Pukul 18.20 WIB di RS Siloam Kota Jambi, St RK Purba yang selama ini menjadi tulang punggung pembangunan GKPS di Jambi pergi untuk selamanya. Tepat pada Rabu 17 Juni 2026, Inmemoriam 7 Tahun St RK Purba bersama Sang Pencipta. 

“Ompung” orang Jambi tersebut meninggalkan isteri (inang), P Br Sitepu, lima orang anak (satu putra, empat putri), seorang parumain dan empat orang hela dan 12 orang cucu.

In Memoriam 7 Tahun St RK Purba Pakpak (Senin 17 Juni 2019 Pukul 18.20 WIB-Rabu 17 Juni 2026). Ketokohannya selalu dikenang bagi yang mengenalnya. St RK Purba Pakpak salah satu tokoh Putra Simalungun Pekabaran Injil di Tanah Melayu Jambi.


Sangat Melekat Kekristenan

Sosok St RK Purba memang sangat melekat dalam perkembangan GKPS dan beberapa gereja di Jambi. Kiprah dan kontribusinya dalam pembangunan dan pengembangan pelayanan GKPS di Jambi cukup banyak. 

St RK Purba yang lahir di Desa Hinalang, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, 12 Februari 1939 termasuk seorang dari tujuh tokoh Simalungun Kristen di Jambi yang turut mendirikan GKPS Persiapan Jambi di Kota Jambi Maret - April 1983.

Peranan St RK Purba dalam pembangunan gedung Gereja GKPS Jambi sangat besar ketika Dia diangkat menjadi Seksi Dana Panitia Pembangunan Gedung GKPS Jambi 1984 – 1986. St RK Purba yang menikah dengan Inang P Br Sitepu asal Kabanjahe, Karo, Sumut menjadi penopang utama kebutuhan dana pembangunan GKPS Jambi.

Setelah gedung Gereja GKPS Jambi di Kotabaru, Kota Jambi diresmikan Minggu, 27 April 1986 bersamaan dengan persemian GKPS Persiapan Jambi menjadi GKPS Jambi, St RK Purba tetap konsisten berkiprah atau berkontribusi dalam pembangunan gereja di Jambi, khususnya GKPS Jambi.

Tidak hanya itu. Pengembangan Pekabaran Injil (PI) GKPS di Jambi dan Sumatera Selatan pun terus diperluas setelah St RK Purba masuk jajaran Pimpinan Majelis Jemaat GKPS Jambi. 

Ketika St RK Purba menjadi Wakil Pengantar Jemaat GKPS Jambi periode 1990 – 1995 mendampingi Pengantar Jemaat GKPS Jambi periode tersebut, St Ir Karesman (K) Saragih, pendirian GKPS Persiapan di wilayah Kabupaten Bungo – Tebo dan Sarolangun – Bangko pun dijajaki. Akhirnya GKPS Persiapan Muarabungo, Kabupaten Bungo pun berdiri tahun 1990.

Selanjutnya setelah St RK Purba menjadi Pengantar Jemaat GKPS Jambi 1992 – 1995 pergantian antar waktu (PAW) menggantikan St K Saragih yang pindah ke Bogor, Jawa Barat, beberapa gereja GKPS di Kabupaten Bungo – Tebo, Sarolangun – Bangko dan Sumatera Selatan pun pun berdiri. Di Kabupaten Tebo berdiri GKPS Persiapan Sukmakmur, GKPS Persiapan Sumbersari, GKPS Persiapan Bangko, Kabupaten Sarolangun – Bangko dan GKPS Palembang, Sumatera Selatan.

Pada masa tugas St RK Purba sebagai Pimpinan Majelis Jemaat GKPS Jambi 1990 – 1995, GKPS Resort Jambi pun berdiri. GKPS Resort Jambi pun diresmikan pada hari Minggu, 13 Oktober 1991 oleh Ephorus GKPS Pdt Jas Damanik, STh. St RK Purba kala itu pun menjadi Perutusan Synode Bolon GKPS Resort Jambi.

Hingga St RK Purba mengakhiri masa tugas sebagai Pengantar Jemaat GKPS Jambi dan Perutusan Synode Bolon GKPS Jambi tahun 2005, perkembangan pembangunan dan PI di Jambi dan Sumatera Selatan cukup pesat. 

Dukungan St RK Purba dan  keluarga dalam pembangunan GKPS di Jambi hingga ke GKPS Resort Palembang selama mengemban tanggung jawab sebagai Pengantar Jemaat GKPS Jambi dan Perutusan Synode Bolon GKPS Resort Jambi cukup besar.Kekristenan

Setelah mengakhiri masa tugas sebagai Pengantar Jemaat GKPS Jambi dan Perutusan Synode Bolon GKPS Jambi Februari 2005 dan memasuki masa purna bakti sebagai Sintua (St) GKPS, Minggu, 24 April 2005, St RK Purba tetap konsisten memberikan sumbangan dana dan pemikiran dalam pembangunan GKPS Jambi.

St RK Purba memberikan kontribusi besar dalam pembangunan rumah Pendeta GKPS Jambi, Gedung Sekolah Minggu GKPS Jambi dan GKPS Tanah Kanaan. 

Bertepatan dengan HUT ke-30 GKPS Jambi, 28 April 2013 lalu,  Keluarga St RK Purba/P Br Sitepu menyumbangkan satu unit kendaraan (mobil) inventaris GKPS Resort Jambi dan dana pembangunan Gedung Sekolah Minggu GKPS Jambi. 

Kemudian bertepatan dengan HUT ke-75 St RK Purba, 12 Februari 2014, Keluarga mereka juga menyumbangkon buku tata ibadah sekitar 600 eksemplar untuk GKPS Jambi dan GKPS Tanah Kanaan Jambi.

Sedangkan bertepatan dengan HUT ke-80, 12 Februari 2019 lalu, Keluarga St RK Purba/P Br Sitepu menyumbangkan dana pembangunan gedung Sekolah Minggu GKPS Jambi sebesar Rp 60 juta. 

Padahal kala itu St RK Purba sudah dalam kondisi sakit dan berobat intensif. Dalam rangka syukuran HUT ke-80 tersebut juga, Keluarga St RK Purba mengadakan ibadah khusus secara oikumenis di Hotel Aston Jambi, Sabtu (16/02/2019) malam.

Dibalik jejak pelayanan St RK Purba di GKPS Resort Jambi, ada seorang Sosok Inang yang luarbiasa, yang selalu mendukung Dalam Doa dan Materi dalam pelayanan St RK Purba. Sosok Ini Adalah Op Sem Inang P Br Sitepu yang saat ini 16 Juni 2026 menginjak usia 76 Tahun. Tetap Sehat Sehat Ompung. (AsenkLeeSaragih) 

Galeri Foto Kunjungan Panitia Kontingen Pesparawi Sekolah Minggu GKPS Resort Jambi Ke Rumah Keluarga Op. Sem Ny. St. RK Purba Br. Sitepu, Rabu (24/6/2026) petang.






























0 Komentar